Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Bagaimana Pentingnya Teori-Teori Tentang Berita dalam Praktik Jurnalistik dan Public Relations

Nama : Namratul Ulya Fathulimamah Murdani NIM : 195120207111054 Kelas : Dasar-Dasar Public Relations D-2 (Kamis 09.40-12.10) Melalui akun Youtube-nya (https://www.youtube.com/watch?v=19sR5_PASO5U&t+504s0) yang berjudul “RACHMAT KRIYANTONO,PhD: KULIAH ONLINE PUBLIC RELATIONS DAN BERITA” , pak Rachmat Kriyantono menjelaskan bahwa salah satu kegiatan seorang praktisi public relations yakni menghasilkan produk jurnalistik yang berupa berita. Karena baginya seorang praktisi public relations merupakan sumber informasi atau berita bagi public khususnya sebagai sumber berita yang menginformasikan aktivitas organisasi sehingga secara tidak langsung public relations juga merupakan sumber berita bagi wartawan/jurnalistik dan media massa tertentu. Sebuah tulisan yang dibuat oleh public relations dapat dikategorikan sebagai berita yang baik apabila berpatok pada salah satu pasal yakni Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia tahun 2006 yang berbunyi “Wartawan Indonesia ...

Analisis Public Relations

Analisis Public Relation Oleh Namratul Ulya Fathulimamah Murdani 195120207111054 Jurusan Ilmu Komunikasi Kelas Dasar-Dasar Public Relations D-2 (Kamis, 9.40-12.10) 1.   Tentunya sebagai Public Relation sudah seharusnya focus kepada publisitas organisasinya daripada iklan. “Publisitas adalah publikasi perusahaan yang dimuat media massa” (Kriyantono, 2008:41) Kriyantono (2008) memaparkan terdapat beberapa kelebihan dari publisitas yakni : 1.       Publisitas memiliki kredibilitas tinggi di mata khalayak. Karena pada dasarnya khalayak lebih mempercayai informasi yang diberikan oleh orang lain ketimbang anda langsung. Wartawan bukanlah bagian dari ‘mereka’ (perusahaan atau instansi lainnya) jadi, informasi yang disampaikan dianggap lebih objektif atau tidak memihak Informasi yang disajikan juga merupakan fakta karena dilihat dari sudut pandang orang lain yang melihat langsung. 2.       Publisitas tidak...