Langsung ke konten utama

Peranan Humas Dalam Wabah Corona


Nama: Namratul Ulya Fathulimamah Murdani
NIM: 195120207111054
Kelas: Dasar Public Relations D-2 (Kamis, 09.40-12.10)

Inline image


Peran Humas Dalam Wabah Corona

Awal bulan Maret merupakan awal mulanya masuk virus corona ke Indonesia, diawali dengan kasus seorang warga negara Indonesia yang melakukan kontak fisik dengan warga negara asing Jepang yang ternyata positif corona. Lalu, dari sinilah virus tersebut menyebar ke seluruh Indonesia dikarenakan penularannya yang terbilang cepat.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terhutung 15 April 2020 kasus Covid yang terkonfirmasi positif berjumlah 5.136 orang, dalam perawatan 4.221, sembuh 446 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 469 orang.

Tentunya angka sebanyak ini sangat mempengaruhi berbagai factor yang ada di masyarakat. Mulai dari kesehatannya sendiri, sistem pembelajaran bagi murid-murid sekolah dan mahasiswa yang harus dialihkan secara daring hingga factor yang paling berdampak yakni ekonomi
.
Dalam penanganan wabah ini tentulah dibutuhkan kerjasama yang sangat maksimal dari berbagai bidang, mulai dari pemerintah hingga masyarakatnya sendiri. Selain itu dalam penyampaian informasi haruslah bersifat transparan dan sejelas-jelasnya agar terciptanya masyarakat yang percaya kepada media-media yang bersangkutan dan meningkatkan ke waspadaan kepada masyarakat.

Humas memiliki  peran besar dalam mengelola komunikasi di sebuah organisasi, termasuk dalam penanganan krisis komunikasi. Bisa dikatakan bahwa wabah corona merupakan salah satu peristiwa krisis mengingat masyarakat yang menjadi sensitive dalam menyerap berbagai informasi. Tak jarang terkadang, jika ada suatu media yang menyampaikan pemberitaan dan berita tersebut tidak valid atau ditanyakan kebenarannya, masyarakat langsung merespon dengan hal-hal yang negative dan menuduh jika ada hal-hal yang ditutupi kebenarannya.

Krisis sering kali dilihat sebagai peristiwa yang menakutkan, sehingga sebagian organisasi memilih untuk menghindarinya. Menurut (Jessica & Ilfandi, 2018) aktivitas Public relations memberikan peran penting dalam penanganan krisis, karena jika tidak ditangani dengan cepat dapat membentuk opini public yang tidak sesuai kejadian atau fakta di lapangan. Kegiatan penanganan krisis yang dilakukan oleh pihak public relations yaitu manajemen krisis.

Lalu apa yang harus dilakukan seorang Humas ketika krisis tersebut terjadi?
Menurut Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam bukunya yang berjudul PR & Crisis Management, 2012. Ia mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika krisis terjadi yaitu

1.      Tidak ada jalan lain selain menerapkan sistematik manajemen krisis sesegera mungkin
2.      Merespon cepat dengan memberikan informasi mengenai kebenaran dan kepercayaan
3.      PR mengelola komunikasi
4.      Menyediakan dan mengendalikan arus informasi merupakan indicator untuk respons Krisis yang baik
Dalam jurnalnya bersama Bernard McKenna, Rachmat Kriyantono juga menuturkan menurut teori SCT, sebuah perusahaan harus mengelola respons krisis dengan fokus pada persepsi atau atribusi publik karena persepsi ini mempengaruhi pertumbuhan krisis. Tim manajemen krisis perlu menyadari bahwa pemicu krisis bukanlah penyebabnya acara itu sendiri, tetapi hasil dari penanganan acara (Harrison, 2005), termasuk bagaimana public dan manajemen menafsirkan dan bereaksi terhadap peristiwa tersebut (Coombs, 2007a; Zyglidopoulos, 1999).

Menjelaskan apa itu Komunikasi Krisis
Menurut Combs (2010, h.20) “Collection, Processing, and dissemination of information required to address a crisis situation.” Yang mana artinya merupakan pengumpulan, proses dan penyebaran informasi yang diperlukan untuk mengatasi situasi krisis. Ia juga mengatakan komunikasi merupakan esensi dari manajemen krisis.

Prinsip dari Komunikasi Krisis.
1.      Mengatakan kebenaran
2.      The public be informed vs The public be damned
-          Mengurangi kepanikan public
-          Mengurangi ke khawatiran public
-          Mengurangi spekulasi, khususnya pada awal dari krisis tersebut
-          Melindungi organisasi dari spekulasi krisis yang biasanya datang dari pendapat public di media
-          Accountability, disclosure & symmetrical communication (Grunig, 2001)
-          Membuat rencana untuk meminimalisir gangguan terhadap image perusahaan. (Fearn-Banks, 2002:2)

Hal-hal diatas dapat kita perhatikan melalui sebuah kasus ke tidak singkronan data pasien covid. Masyarakat yang ragu akan kredibilitas pemerintah membuat asumsi masyarakat terhadap pemerintah bahwa seakan-akan pemerintah menutupi kasus  covid ini yang mana harusnya tercipta transparasi antar sesama sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan dan kepercayaan. Namun yang terjadi di lapangan malah berbeda, beredarnya sebuah foto yang menunjukkan ke tidak singkronan data pasien membuat masyarakat resah dan mempertanyakan apakah benar pemerintah menutup-nutupi kasus ini.
Melihat itu, pemerintah segera mengambil tindakan yakni sesegera mungkin menanggapi apa yang diresahkan oleh masyakarat.


Di berita ini jelas pihak pemerintah langsung mengkorfimasi kebenaran tentang transparasi data.
Agus Wibowo kemudian mendapat pertanyaan, apakah data yang selama ini masih ada yang tertutupi. Dia membenarkan dengan alasan masih terdapat banyak kendala di lapangan.
“Betul masih banyak yang tertutup karena pertama kan masih banyak ada hal-hal kan, misalnya banyak masyarakat yang belum tahu, banyak yang di-bully dan sebagainya, itu salah satu kendalanya. Tapi kita akan sedang berusaha keras untuk melakukan karena ini banyak di tim pakar itu sedang berdiskusi keras untuk bagaimana ini bisa terwujud. Kita tunggu aja minggu ini, minggu depan ini, kita akan melakukan supaya lebih bagus lagi," jelas Agus Wibowo.

Pada kalimat diatas tentulah sudah memenuhi beberapa prinsip dari komunikasi krisis itu sendiri. Humas BNPB segera mengambil tindakan dengan mengkonfirmasi isu yang sedang terjadi.
Humas BNPB segera mengambil tindakan guna meredamnya opini buruk masyarakat terhadap pemerintah. Guna pengambilan tindakan ini ialah tetap terciptanya citra organisasi yang bagus dan melindungi organisasi dari opini buruk publik.

Tindakan Humas BNPB yang berkata jujur dengan membenarkan hal tersebut perlahan telah membangun opini masyarakat karena bersifat jujur walaupun belum sepenuhnya mengurangi kekhawatiran masyarakat mengenai transparasi data namun setidaknya masyarakat sudah tau penyebab dan kendala apa yang membuat data tidak transparasi.

Selain dengan mengambil tindakan cepat dalam merespon opini masyarakat. Peranan Humas juga sangat diharapkan pemerintah agar terciptanya masyarakat yang tidak panik. Seperti awal-awal Corona tiba di Indonesia, sesegera mungkin seorang Humas mencari-cari informasi yang kredibel mengenai penyembuhan Corona itu sendiri lalu memanfaat media-media agar tersampaikan berita tersebut kepada masyarakat. Contohnya mulai dari apa itu COVID-19, bagaimana penularannya, sejauh mana risiko yang ditimbulkan, hingga upaya pencegahannya.

“Every crisis is also a crisis of information …failure to control this crisis of information results in failure to control the crisis” (Scanlon, 1975, cited in Harrison, 2005, p. 12). Artinya, setiap krisis pasti mengandung krisis informasi, terjadi kekurangan atau kelebihan informasi, munculnya rumor, yang semuanya mengakibatkan ketidakpastian. Jika Public relations tidak mampu mengontrol informasi-dengan cara menyediakan informasi yang tepat-maka ia gagal mengontrol krisis. Diharapkannya seorang Humas mampu menghasilkan informasi-informasi yang benar dan fakta karena seperti yang dikatakan kegagalan mengontrol krisis itu sendiri merupakan akibat dari kurangnya informasi atau krisisnya sebuah informasi.

Lalu ada perkataan juga dari Burnett (1998) ia mengatakan bahwa hal yang paling sulit menangani krisis adalah kegagalan dalam mengendalikan lingkungan. Sebelum menangani krisis tersebut Humas haruslah memahami lingkungannya seperti apa agar informasi yang dicari sesuai kebutuhannya dengan lingkungan di sekitarnya.

Daftar Pustaka
Kriyantono, Rachmat. PR & Crisis Management. 2012. Prenada, Jakarta
Kriyantono, Rachmat dan Bernard Mckenna. 2019. Crisis Response vs Crisis Cluster: A Test of Situational Crisi Communication Theory on Two Crisis Clusters in Indonesian Public Relations. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, Jilid 35(1): 222-236.
DeSanto, Barbara;Moss, Danny. 2004. Rediscovering what PR managers do: Rethinking the measurement of managerial behaviour in the public relations context. Journal of Communication Management, pg. 179.
Yulianti, Wulan dan Rino Febrianno Boer. 2020. Manajemen krisis Public relations dalam menangani penolakan imunisasi measles rubella. Profesi Humas, 4, 293-294.
Kent, L Michael and Maureen Taylor. 2007. Beyond excellence: Extending the generic approach to international public relations The case of Bosnia. Public Relation Review,  pg 10-20.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

xoxo

"Hiduplah dengan apa yang kau cintai, selama itu baik" - Namratul Ulya "You can hate someone, but not to forever" -Namratul Ulya

Analisi Berita Sesuai Teori- Teori Berita

Nama : Namratul Ulya Fathulimamah Murdani NIM : 195120207111054 Kelas : Dasar-Dasar Public Relations D-2 (Kamis 09.20-12.10) Sumber Berita : https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20200401103805-142-489004/pecat-17-pemain-efek-corona-klub-slovakia-terancam-bubar Dapat dilihat berita yang dihadirkan oleh CNN Indonesia yang berjudul Pecat 17 Pemaian Efek Corona, Klub Slovakia Terancam Bubar. Melihat dari sisi ke objektivitas-an berita. Berita yang dihadirkan sudah bersifat fakta dan tidak merupakan opini dan wartawan. Peristiwa yang diangkat dapat dikonfirmasi ulang dikarenakan narasumber yang diwawancarai merupakan narasumber resmi dan terpecaya yakni dari pihak klub Slovakianya sendiri. Kelengkapan berita juga dapat diakui melihat 5W+1H yang sudah terpenuhi. What (Apa) : Klub pengoleksi tujuh gelar Liga Slovakia MSK Zilina terancam dilikuidasi alias bubar setelah memecat 17 pemain akibat  pandemi coron a . When (Kapan) : Sejak terjadinya wabah corona...

Public Relations dan Informasi Hoaks

Nama: Namratul Ulya Fathulimamah Murdani NIM: 195120207111054 Kelas: Dasar-Dasar Public Relation D-2 (09.40-12.10) 1.       Jelaskan "apakah Hoaks" itu berita? Beri alasan ilmiahnya? Jika bukan berita mk hoaks itu lebih baik disebut apa? Jika anda menyebut berita, alasannya apa? Apakah Hoaks merupakan berita? Menurut Wikipedia, pengertian berita sendiri merupakan informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Hoaks sendiri merupakan informasi yang sumber pembuatnya dan penyebarnya tidak jelas, pesannya tidak cover both sides, yakni hanya membela atau menyerang pihak-pihak tertentu, tidak ada sumber yang jelas untuk mengecek ke valid-an informasi tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas, menurut saya Hoaks merupakan berita karena mengandung sebuah informasi yang peyajiannya bisa dalam bentuk cetak, siaran, i...